Kisah Nabi Saleh : Mukjizat dari Allah – keluar unta dari perut batu

Kisah Nabi Saleh : Mukjizat dari Allah – keluar unta dari perut batu

"Aku telah berulang-ulang mengatakan kepadamu bahawa aku tidak mengharapkan sesuatu apapun daripadamu sebagai balasan atas usahaku memberi penerangan kepada kamu. Aku tidak mengharapkan upah atau mendambakan pangkat dan kedudukan bagi usahaku ini yang aku lakukan semata-mata atas perintah Allah dan daripada-Nya kelak aku harapkan balasan dan ganjaran untuk itu dan bagaimana aku dapat mengikutimu dan menterlantarkan tugas dan amanat Tuhan kepadaku, padahal aku talah memperoleh bukti-bukti yang nyata atas kebenaran dakwahku. Janganlah sesekali kamu harapkan bahawa aku akan melanggar perintah Tuhanku dan melalaikan kewajibanku kepada-Nya hanya semata-mata untuk melanjutkan penyembahan nenek moyang kami yang jahil itu. Siapakah yang akan melindungiku dari murka dan azab Tuhan jika aku berbuat demikian? Sesungguhnya kamu hanya akan merugikan dan membinasakan aku dengan seruanmu itu."
Kaum Tsamud yang degil meminta Nabi Saleh membuktikan kenabiannya

Setelah gagal menghentikan usaha dakwah Nabi Saleh dan dilihatnya ia bahkan makin giat menarik orang-orang mengikutnya dan berpihak kepadanya, para pemimpin dan pemuka kaum Tsamud berusaha hendak membendung arus dakwahnya yang makin lama makin mendapat perhatian terutama dari kalangan bawahan menengah dalam masyarakat. Mereka menentang Nabi Saleh dan untuk membuktikan kebenaran kenabiannya dengan suatu bukti mukjizat dalam bentuk benda atau kejadian luar biasa yang berada di luar kekuasaan manusia.

Nabi Saleh sedar bahawa tentangan kaumnya yang menuntut bukti daripadanya berupa mukjizat itu adalah bertujuan hendak menghilangkan pengaruhnya dan mengikis habis kewibawaannya di mata kaumnya terutama para pengikutnya bila ia gagal memenuhi tentangan dan tuntutan mereka. Nabi Saleh membalas tentangan mereka dengan menuntut janji dengan mereka apabila dia berhasil mendatangkan mukjizat yang mereka minta bahwa mereka akan meninggalkan agama dan penyembahan mereka dan akan mengikuti Nabi Saleh dan beriman kepadanya.

Bukti mukjizat Nabi Saleh kepada kaumnya : keluar unta dari perut batu

Sesuai dengan permintaan dan petunjuk pemuka-pemuka kaum Tsamud berdoalah Nabi Saleh memohon kepada Allah agar memberinya suatu mukjizat untuk membuktikan kebenaran risalahnya dan sekaligus mematahkan perlawanan dan tentangan kaumnya yang masih berkeras kepala itu. Ia memohon dari Allah dengan kekuasaan-Nya menciptakan seekor unta betina dikeluarkannya dari perut sebuah batu karang besar yang terdapat di sisi sebuah bukit yang mereka tunjuk.

Maka sejurus kemudian dengan izin Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Pencipta terbelahlah batu karang yang ditunjuk itu dan keluar dari perutnya seekor unta betina.

Dengan menunjuk kepada binatang yang baru keluar dari perut batu besar itu berkatalah Nabi Saleh kepada mereka:

"Inilah dia unta Allah, janganlah kamu ganggu dan biarkanlah dia mencari makanannya sendiri di atas bumi Allah, dia mempunyai giliran untuk mendapatkan air minum dan kamu mempunyai giliran untuk mendapatkan minuman bagimu dan bagi ternakanmu juga dan ketahuilah bahwa Allah akan menurunkan azab-Nya apabila kamu mengganggu binatang ini." 

Kemudian berkeliaranlah unta di ladang-ladang memakan rumput sesuka hatinya tanpa mendapat gangguan dan ketika giliran minumnya tiba pergilah unta itu ke sebuah perigi yang diberi nama perigi unta dan minumlah sepuas hatinya. Dan pada hari-hari giliran unta Nabi Saleh itu datang minum, tiada seekor binatang lain berani menghampirinya.

Hal tersebut menimbulkan rasa tidak senang kepada pemilik-pemilik binatang itu yang makin hari makin merasakan bahwa adanya unta Nabi Saleh di tengah-tengah mereka itu merupakan gangguan laksana duri yang melintang di dalam kerongkong.

Dengan berhasilnya Nabi Saleh mendatangkan mukjizat yang mereka tuntut gagallah para pemuka kaum Tsamud dalam usahanya untuk menjatuhkan kehormatan dan menghilangkan pengaruh Nabi Saleh bahkan sebaliknya telah menambah tebal kepercayaan para pengikutnya dan menghilangkan banyak keraguan dari kaumnya. Maka dihasutlah oleh mereka pemilik-pemilik ternakan yang merasa jengkel dan tidak senang dengan adanya unta Nabi Saleh yang bermaharajalela di ladang dan kebun-kebun mereka serta ditakuti oleh binatang-binatang peliharaannya.

Selepas gagal menjatuhkan Nabi Saleh, Kaum Tsamud merancang membunuh mukjizat Nabi Allah itu

Persekongkolan diadakan oleh orang-orang dari kaum Tsamud untuk mengatur rancangan pembunuhan unta Nabi Saleh. Seorang janda bangsawan yang kaya raya menyerahkan dirinya kepada sesiapa yang berjaya membunuh unta Saleh. Di samping janda itu juga terdapat seorang wanita lain yang mempunyai beberapa puteri cantik yang turut menawarkan salah seorang dari puteri-puterinya kepada orang yang berhasil membunuh unta itu.

Hadiah yang menggiurkan dari kedua wanita itu di samping hasutan para pemuka Tsamud mengundang dua orang lelaki bernama Mushadda’ bin Muharrij dan Gudar bin Salif bersiap sedia untuk melakukan pembunuhan bagi meraih hadiah yang dijanjikan di samping sanjungan dan pujian yang akan diterimanya dari para kafir suku Tsamud.

Dengan bantuan tujuh orang lelaki bersembunyilah kumpulan itu di suatu tempat di mana biasanya dilalui oleh unta dalam perjalanannya ke perigi tempat ia minum dan begitu unta-unta yang tidak berdosa itu lalu segeralah dipanah betisnya oleh Musadda’ yang disusul oleh Gudar dengan menikamkan pedangnya di perutnya.

Dengan perasaan megah dan bangga pergilah para pembunuh unta itu ke ibu kota menyampaikan berita matinya unta Nabi Saleh yang mendapat sambutan sorak-sorai dan teriakan gembira dari pihak musyrikin seakan-akan mereka kembali dari medan perang dengan membawa kemenangan yang gilang- gemilang. Berkata mereka kepada Nabi Saleh:

"Wahai Saleh! Untamu telah mati dibunuh, cubalah datangkan akan apa yang engkau katakan dulu akan ancamannya bila unta itu diganggu, jika engkau betul-betul termasuk orang-orang yang terlalu benar dalam kata-katanya."

Nabi Saleh menjawab:

"Aku telah peringatkan kamu, bahawa Allah akan menurunkan azab-Nya atas kamu jika kamu mengganggu unta itu. Maka dengan terbunuhnya unta itu maka tunggulah engkau akan tibanya masa azab yang Allah talah janjikan dan telah aku sampaikan kepada kamu. Kamu telah menentang Allah dan terimalah kelak akibat tentanganmu kepada-Nya. Janji Allah tidak akan meleset. Kamu boleh bersuka-ria dan bersenang-senang selama tiga hari ini kemudian terimalah ganjaranmu yang setimpal pada hari keempat. Demikianlah kehendak Allah dan takdir-Nya yang tidak dapat ditunda atau dihalang."

Ada kemungkinan menurut ahli tafsir bahawa Allah melalui rasul-Nya, Nabi Saleh memberi waktu tiga hari itu untuk memberi kesempatan, kalau-kalau mereka sedar akan dosanya dan bertaubat minta ampun serta beriman kepada Nabi Saleh kepada risalahnya.

Akan tetapi dalam kenyataannya tempoh tiga hari itu bahkan menjadi bahan ejekan kepada Nabi Saleh yang ditentangnya untuk mempercepat datangnya azab itu dan tidak usah ditangguhkan tiga hari lagi.

Allah menurunkan janjinya kepada kaum yang ingkar itu

Nabi Saleh memberitahu kaumnya bahawa azab Allah yang akan menimpa ke atas mereka akan didahului dengan tanda-tanda, iaitu pada hari pertama abila mereka terbangun dari tidur, wajah mereka menjadi kuning. Akan berubah menjadi merah pada hari kedua dan hitam pada hari ketiga dan pada hari keempat turunlah azab Allah yang pedih.

Mendengar ancaman azab yang diberitahukan oleh Nabi Saleh kepada kaum kelompok sembilan orang iaitu kelompok pembunuh unta merancang melakukan pembunuhan atas diri Nabi Saleh. Mereka mengadakan pertemuan rahsia dan bersumpah bersama akan melaksanakan rancangan pembunuhan itu di waktu malam. . Rancangan mereka ini dirahsiakan sehingga tidak diketahui dan didengar oleh siapapun kecuali kesembilan orang itu sendiri.

Ketika mereka datang ketempat Nabi Saleh bagi melaksanakan rancangan jahatnya di malam yang gelap-gelita dan sunyi, jatuhlah di atas kepala mereka batu-batu besar yang tidak diketahui dari arah mana datangnya. Seketika kemudian merebahkan mereka di atas tanah dalam keadaan tidak bernyawa lagi. Demikianlah Allah telah melindungi rasul-Nya dari perbuatan jahat hamba-hamba-Nya yang kafir.

Satu hari sebelum hari turunnya azab yang telah ditentukan itu, dengan izin Allah berangkatlah Nabi Saleh bersama para mukminin pengikutnya menuju Ramlah, Palestin. Kaum Tsamud habis binasa, ditimpa halilintar yang dahsyat beriringan dengan gempa bumi yang mengerikan.

Kisah Nabi Saleh A.S dalam al-Quran

Header Surah Al-A’raaf : 73-79

  1. Dan kepada kaum Thamud (Kami utuskan) saudara mereka: Nabi Soleh. Ia berkata: “Wahai kaumku! Sembahlah kamu akan Allah, (sebenarnya) tiada Tuhan bagi kamu selain daripadaNya. Sesungguhnya telah datang kepada kamu keterangan yang nyata (mukjizat) dari Tuhan kamu; ini adalah seekor unta betina (dari) Allah sebagai keterangan bagi kamu (membuktikan kebenaranku). Oleh itu, biarkanlah unta itu mencari makan di bumi Allah, dan janganlah kamu menyentuhnya dengan sesuatu yang menyakitinya; (kalau kamu menyentuhnya) maka kamu akan ditimpa azab seksa yang tidak terperi sakitnya.
  2. “Dan kenanglah ketika Allah menjadikan kamu khalifah-khalifah sesudah kaum Aad, dan di tempatkannya kamu di bumi, (dengan diberi kemudahan) untuk kamu mendirikan istana-istana di tanahnya yang rata, dan kamu memahat gunung-ganangnya untuk dijadikan rumah. Maka kenangkanlah nikmat-nikmat Allah itu dan janganlah kamu bermaharajalela melakukan kerosakan di muka bumi”.
  3. Ketua-ketua yang sombong takbur dari kaumnya berkata kepada orang-orang yang dipandang lemah iaitu orang-orang yang telah beriman di antara mereka: “Tahukah kamu bahawa Soleh itu diutus dari Tuhannya?” Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami beriman kepada apa yang ia diutus untuk menyampaikannya”.
  4. Orang-orang yang sombong takbur itu berkata: “Sesungguhnya kami tetap ingkar akan orang yang kamu beriman kepadanya”.
  5. Maka mereka pun menyembelih unta itu, dan mereka menderhaka terhadap perintah Tuhan mereka, sambil berkata: “Hai Soleh! Datangkanlah azab yang engkau telah janjikan kepada kami, jika betul engkau dari Rasul-rasul yang diutus (oleh Allah)”.
  6. Oleh itu, mereka pun dibinasakan oleh gempa bumi, lalu menjadilah mereka mayat-mayat yang tersungkur di tempat tinggal masing-masing.
  7. Maka Nabi Soleh pun meninggalkan mereka sambil berkata: “Wahai kaumku! Aku telah menyampaikan kepada kamu perutusan Tuhanku, dan aku telah memberi nasihat kepada kamu, tetapi kamu tidak suka kepada orang-orang yang memberi nasihat”.

Surah Hud : 61-68

  1. :Dan kepada kaum Thamud, kami utuskan saudara mereka: Nabi Soleh. Ia berkata: “Wahai kaumku! Sembahlah kamu akan Allah! Sebenarnya tiada Tuhan bagi kamu selain daripadaNya. Dia lah yang menjadikan kamu dari bahan-bahan bumi, serta menghendaki kamu memakmurkannya. Oleh itu mintalah ampun kepada Allah dari perbuatan syirik, kemudian kembalilah kepadaNya dengan taat dan tauhid. Sesungguhnya Tuhanku sentiasa dekat, lagi sentiasa memperkenankan permohonan hambaNya”.
  2. Mereka menjawab dengan berkata: “Wahai Soleh, sesungguhnya engkau sebelum ini adalah orang yang diharap dalam kalangan kami (untuk memimpin kami); patutkah engkau melarang kami daripada menyembah apa yang disembah oleh datuk nenek kami? Dan (ketahuilah) sesungguhnya kami berada dalam keadaan ragu-ragu yang merunsingkan tentang apa yang engkau serukan kami kepadanya”.
  3. Nabi Soleh berkata: “Wahai kaumku! Bagaimana fikiran kamu, jika aku berada dalam kebenaran yang berdasarkan bukti yang nyata (mukjzat) dari Tuhanku, dan Ia pula mengurniakan rahmat (pangkat Nabi) kepadaku sebagai pemberian daripadaNya, maka siapakah yang akan menolongku dari azab Allah kalau aku menderhaka kepadaNya? Oleh itu, kamu tidak menambah sesuatu kebaikan pun bagiku selain daripada perkara yang merugikan.
  4. ” Dan wahai kaumku! Ini adalah unta betina dari Allah untuk kamu sebagai tanda (mukjizat) yang membuktikan kebenaranku. Oleh itu, biarkanlah dia mencari makan di bumi Allah dan janganlah kamu menyentuhnya dengan sesuatu yang menyakitinya, (kalau kamu menyakitinya) maka kamu akan ditimpa azab seksa yang dekat masa datangnya”.
  5. Mereka kemudiannya menyembelih unta itu, lalu berkatalah Nabi Soleh kepada mereka: Bersenang-senanglah kamu di tempat masing-masing selama tiga hari; tempoh yang demikian itu, ialah suatu janji yang tidak dapat didustakan”.
  6. Maka ketika datang azab kami, kami selamatkan Soleh beserta umatnya yang beriman, dengan rahmat dari Kami, dan Kami selamatkan mereka dari azab serta kehinaan hari itu. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia lah Yang Maha Kuat, lagi Maha Kuasa.
  7. Dan orang-orang yang zalim itu, dibinasakan oleh satu letusan suara yang menggempakan bumi, lalu menjadilah mereka mayat-mayat yang tersungkur di tempat tinggal masing-masing.
  8. (Mereka punah-ranah) seolah-olah mereka tidak pernah tinggal di situ. Ketahuilah! Sesungguhnya kaum Thamud itu kufurkan Tuhan mereka. Ketahuilah! Sesungguhnya kebinasaanlah akhirnya bagi kaum Thamud

Header text

  1. (Demikian juga) kaum Thamud telah mendustakan peringatan dan amaran (yang disampaikan oleh Rasul mereka, Nabi Soleh).
  2. Lalu mereka berkata: Patutkah kita menurut manusia dari jenis kita, lagi yang berseorangan? Jika demikian, sesungguhnya kita berada dalam keadaan sesat dan gila!
  3. Tidaklah patut wahyu peringatan itu diturunkan kepadanya (padahal orang-orang yang lebih layak ada) di antara kita. Bahkan dialah seorang pendusta, lagi sombong angkuh.
  4. Mereka akan mengetahui kelak siapakah orangnya yang pendusta, lagi sombong angkuh itu.
  5. Sesungguhnya Kami menghantarkan unta betina (yang menjadi mukjizat) sebagai satu ujian bagi mereka. Lalu (Kami perintahkan Rasul Kami): Tunggulah (apakah yang mereka akan lakukan) serta bersabarlah (terhadap tentangan mereka).
  6. Dan khabarkanlah kepada mereka, bahawa sesungguhnya air (telaga mereka) terbahagi di antara mereka dengan unta itu, tiap-tiap bahagian air itu dihadiri oleh yang berhak mengambilnya (pada hari gilirannya).
  7. (Mereka selepas itu merasa bosan dengan keadaan unta itu dan berkira hendak membunuhnya), lalu mereka memanggil kawan mereka (yang sanggup membunuhnya), dia pun bertindak sampai dapat membunuhnya.
  8. Maka perhatikanlah, bagaimana buruknya azabKu dan kesan amaran-amaranKu!
  9. Sesungguhnya Kami hantarkan kepada mereka satu pekikan (yang dahsyat), lalu menjadilah mereka (hancur) seperti ranting-ranting dan daun-daun yang pecah hancur, yang dikumpulkan oleh pemilik kandang binatang ternak.
  10. Dan demi sesungguhnya! Kami telah mudahkan Al-Quran untuk peringatan dan pengajaran, maka adakah sesiapa yang mahu mengambil peringatan dan pelajaran (daripadanya)?

Wallahualam.

Baca juga :

Rujukan : Surah.my, WIkipedia, merdeka.com. Kisah Nabi Saleh, Kisah Nabi Saleh, Kisah Nabi Saleh, Kisah Nabi Saleh, Kisah Nabi Saleh, Kisah Nabi Saleh.

Pages:Previous

Berjaya

Related Posts

Hukum mewarna dan mencabut uban

Hukum mewarna dan mencabut uban

Cara sabarkan diri : sabar dalam islam

Cara sabarkan diri : sabar dalam islam

Rahsia untuk berjaya dan tenang -U. Wadi Annuar

Rahsia untuk berjaya dan tenang -U. Wadi Annuar

Cara membersihkan hati yang sudah berkarat – Habib Ali Zainal Abidin

Cara membersihkan hati yang sudah berkarat – Habib Ali Zainal Abidin

No Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *